Cawapres Jokowi Ngaca Dulu

Jakarta - Jelang Pilpres 2019, partai-partai mulai menyodorkan jagoannya sebagai cawapres bagi Presiden Joko Widodo. Namun para petinggi parpol diminta untuk berkaca dulu sebelum mengajukan diri sebagai cawapres Jokowi.

Ini bisa terlihat dari pernyataan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah saat menanggapi posko yang dibuat Ketum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Cak Imin meresmikan posko relawan, JOIN (Jokowi-Cak Imin).

"Cak Imin coba berkaca dulu apakah sudah pantas diduetkan dengan Jokowi?" kata Inas, Selasa (9/4/2018).

Hanura menilai deklarasi Cak Imin itu menunjukkan ambisi yang berlebihan. Menurut Inas, posisi pasangan Jokowi di Pilpres 2019 memang menggiurkan.


"Banyak yang ngiler keblinger ingin diduetkan dengan Jokowi. Yang menjadi persoalan adalah sudah pantas belum?" ujar anggota DPR yang duduk di Komisi VI itu. PKB merasa tersinggung dengan pernyataan Inas tersebut. Mereka menganggap pernyataan Hanura melecehkan.

"Itu sama saja melecehkan amanat para kiai dan kader seantero Indonesia. Lagian JOIN itu adalah gerakan para sukarelawan yang sebagian besar sudah memahami perjuangan Cak Imin sejak muda," sebut Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Selasa (10/4).

Keinginan Cak Imin menjadi cawapres bagi Jokowi sudah terdengar cukup lama. Bahkan PKB pernah menyampaikan akan berpaling bila Jokowi tak mau mengajak Cak Imin jadi wakilnya.


Cak Imin pun sudah terang-terangan berbicara soal itu. Saat meresmikan posko JOIN di kawasan Tebet, Jaksel, Selasa (10/4), dia menyatakan diri siap mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya nyatakan PKB pada Pilpres 2019 mendatang akan mengusung pasangan Pak Jokowi dan Muhaimin Iskandar yang oleh sahabat Ancu (sapaan akrab Usman Sadikin, red) disebut pasangan JOIN," kata Cak Imin.

Sebenarnya bukan cuma Cak Imin saja yang 'ngebet' ingin menjadi cawapres Jokowi. Beberapa pendukung Jokowi sudah mulai berbicara blak-blakan. Saat ini partai yang sudah mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi adalah PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PPP, PSI, dan Perindo.

"Golkar pun juga sedang membaca kemungkinan mendorong kader sendiri, khususnya Ketua Umum kami, Airlangga Hartarto sebagai Cawapres pak Jokowi," sebut Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, Selasa (13/3).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi Cawapres Prabowo, Begini Tanggapan Sultan HB X

PSI Proses Dukung Gus Ipul-Puti

Cagub Lampung 2018 Riana Dengarkan Keluhan Warga