Postingan

Batasan Kampanye Pilwalkot Bandung Selama Ramadan

Bandung - KPU Kota Bandung memastikan kampanye pasangan calon (paslon) Pilwalkot Bandung pada momen Ramadan tidak ada yang berbeda. Waktu kampanye tetap bisa dilakukan setiap hari. Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Ali Mubarok mengatakan di luar jam tersebut Paslon dilarang kampanye dalam bentuk apa pun. Jika melanggar, tentu kena sanksi. "Pokoknya di luar jam 9.00 WIB sampai 18.00 WIB tidak boleh ada kegiatan kampanye," ujarnya kepada wartawan, Jumat (25/5/2018). Soal kegiatan paslon selama Ramadan seperti kuliah subuh dan tarawih bersama warga, Rifqi memastikan hal itu diperbolehkan. Hanya saja selama kegiatan tersebut tidak ada unsur kampanye seperti penyampaian visi misi, ajakan memilih dan membawa atribut kampanye. "Tidak ada batasan atau larangan. Silakan tarawih, silakan sahur on the road atau buka bersama. Asalkan tidak ada atribut dan ajakan atau penyampaian visi misi," kata Rifqi. Sewaktu ditanya apabila dalam kegiatan tersebut ada pembagi...

Prioritaskan Bentuk Poros Ketiga untuk Pilpres 2019

Jakarta - Partai Demokrat (PD) masih memprioritaskan hadirnya poros ketiga pada Pilpres 2019. Meski begitu, PD tak menampik adanya berbagai kemungkinan yang akan terjadi. "Rasanya semuanya possibility itu tentunya harus dilaksanakan oleh PD karena hal itu kan semua harus kita memberikan strategi yang terbaik. Prioritas tentunya pertama kali kita ingin membuat ataupun kita ingin menghadirkan poros ketiga," kata Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018). Baca juga: Seberapa Kuat Koalisi Gerindra-PKS-PAN-PD Melawan Jokowi? Ia kemudian menuturkan partainya akan mempergunakan waktu yang ada untuk menentukan strategi pemenangan pada Pilpres 2019.  "Dengan waktu yang tersedia ini, PD ingin menempatkan atau ingin betul-betul memanfaatkan waktu ini dengan mengambil strategi yang terbaik bagi nusa dan bangsa, dan bagi PD," ujarnya. Sebelumnya, Partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN bersiap melawan P...

Khawatir KSP Jadi Mesin Timses Jokowi

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali meminta Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dibubarkan. Salah satu alasan Fadli karena dia khawatir kalau KSP bisa jadi mesin tim sukses Joko Widodo.  Fadli awalnya menilai KSP merupakan lembaga non struktural yang hanya dibentuk melalui perpres. Menurut Fadli, itu kurang tepat.  Baca juga: Fadli Zon Minta KSP Dibubarkan, Istana: Lembaga ini Justru Berhasil "Itu harusnya meneruskan UU yang mempunyai payung soal KSP," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018). Fadli juga mengungkit tugas pokok dan fungsi (tupoksi) KSP. Tupoksi KSP dipandang Fadli tak signifikan.  Bagi Fadli, tupoksi KSP tak ada bedanya dengan Sekretariat Kabinet, bahkan Sekretariat Negara. Oleh karenanya, dia tegas meminta KSP dibubarkan.  "Ini tupoksinya coba kita bandingkan. Dia hanya menjalankan tiga hal, yaitu pengawasan terhadap pembangunan prioritas yang dilakukan oleh pemerintah, komunikasi politik, dan ...

PSBM: Kalau Mahathir Bisa, Masak Pak JK Tidak?

Jakarta - Ketua Persaudaraan Bugis Makassar (PSBM) Andi Rukman N. Karumpa berharap Jusuf Kalla maju ke kontestasi Pilpres 2019 . Andi menyamakan JK dengan Mahathir Mohamad, yang baru terpilih sebagai PM Malaysia. Hal ini diungkapkan Rukman setelah menemui Wapres JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018). Rukman bertemu dengan JK terkait kegiatan PSBM dan rencana buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). "Tidak ada obrolan (khusus), cuma kami selaku orang Bugis berharap beliau masih diberi kesehatan kemampuan untuk memimpin negeri ini. Kalau Mahathir saja bisa, masak Pak JK nggak bisa," kata Rukman usai menemui JK. Baca juga: Jadi Cawapres Terkuat Jokowi Versi Survei, JK: Saya Ingin Istirahat Rukman menyebut pernyataannya tersebut sebagai pribadi pengusaha Bugis-Makassar. Dia menyebut masyarakat Bugis juga menginginkan JK menjadi presiden. "Tapi jangan wapres lagi, kalau keinginan orang Bugis...

Golkar: Insyaallah PD Merapat ke Jokowi

Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan adanya peluang Partai Demokrat merapat ke poros Joko Widodo. Airlangga mengaku telah secara langsung berbicara dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.  "Demokrat, saya sudah berbicara dengan Pak SBY. Dan insyaallah kesempatan itu (merapat ke Jokowi) ada," kata Airlangga di kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2018).  Baca juga: Jokowi Dukung Pertemuan SBY-Prabowo, Bagus Jika Berkoalisi Namun Airlangga tak memerinci terkait pertemuannya dengan SBY. Airlangga pun mengaku tak khawatir dengan adanya kabar SBY yang akan melakukan pertemuan dengan Prabowo Subianto.  "Merapat ke Jokowi?" tanya wartawan. "Insyaallah (merapat ke Jokowi)," jawab Airlangga.  Baca juga: Inikah Dua Parpol yang Segera Merapat ke Jokowi? Partai Demokrat memang belum menentukan apakah akan merapat ke poros Jokowi, poros Prabowo Subianto, at...

Sandiaga akan Doakan Prabowo dan Jokowi

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno besok akan bertolak ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah. Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto masuk daftar tokoh yang akan didoakan Sandiaga saat umrah. "Oh doain, semua saya doain. Pak Jokowi saya doain, Pak Prabowo saya doain. Kalau Pak Prabowo yang terbaiklah, beliau sangat ikhlas agar dia bisa bekerja di satu tahun ke depan untuk kemajuan bangsa dan negara," kata Sandiaga di instalasi pengolahan limbah tinja PD PAL Jaya, Jalan Router Ring Road Lingkar Luar, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/5/2018). Baca juga: Sandiaga akan Berangkat Umrah Minggu Ini Sandiaga, yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, juga akan mendoakan sang ketum, Prabowo. Dia menuturkan satu doa yang akan dipanjatkan adalah semoga Prabowo menang dalam Pilpres 2019.  "Insyaallah (Prabowo jadi presiden), kalau ini terbaik untuk bangsa dan negara," ujar Sandiaga. Baca juga: Sandiaga Belum Ada Ren...

Seberapa Kuat Koalisi Gerindra-PKS-PAN-PD

Jakarta - Partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN bersiap membentuk koalisi untuk melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Seberapa kuat koalisi keempat parpol ini melawan koalisi pro-Jokowi? Seperti diketahui, rencana pembentukan koalisi itu awalnya dikemukakan oleh Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan. Ia menyatakan partainya kembali membuka komunikasi dengan Gerindra. Baca juga: Koalisi Gerindra-PD-PKS-PAN Bersiap Melawan Jokowi Rencana koalisi ini semakin menguat seiring kabar pertemuan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid juga menyatakan Demokrat menjalin komunikasi dengan partainya. Komunikasi itu terkait pilpres. Berdasarkan rangkuman, Rabu (23/5/2018) malam, ada 6 lembaga survei yang merilis hasil elektabilitas parpol untuk Pemilu 2019. Keenam lembaga tersebut adalah Charta Politika, LSI Denny JA, INES, Litbang Kompas, dan Median. Seperti apa hasilnya? ...